Minggu, 28 Februari 2016

Aku Rindu

Postingan pertama di awal tahun 2016, maaf telat hehe. Waktu itu begitu cepat berlalu tak terasa aku sangat merindukan hal ini. Kalo ngomongin rindu, pasti gimana gitu ...


Seperti kutipan tere liye :

“Aku harus segera menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Berat sekali melakukannya, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.”


–Tere Liye, novel “Sunset Bersama Rosie”


Lihat!! Betapa kejam rasa rindu itu, sehingga kita harus tega membunuhnya. Hasrat yang tak tertahan memang kadang menyiksa, entah apa yang harus dilakukan saat rasa ini muncul. Pikiran telah bercampur dengan pedihnya. Untuk apa kita melakukan hal ini?? Jawabannya aku pun tak tau.


itulah mengapa aku harus menyibukan diri, karena untuk berusaha agar tak megingat siapa yang dirindukan, orang tua, keluarga ataupun seseorang yang dipikiran. Namun, jikalau dipikir, kenapa harus ada rindu? Mungkin untuk menyadarkan kita bahwa sesuatu atau seseorang yang jauh disana adalah sangat berharga. Aku merasakan itu, hidup seorang diri dirantauan tanpa sanak saudara itu hampa namun aku percaya disinilah aku belajar sesuatu bahwa menjadi seseorang yang sabar itu adalah nikmat.

Kalau didiri kita tidak pernah merasakan rindu, orang seperti apa kita? Planet dari mana? Mungkin orang ini hanya hidup sendiri,  tapi aku yakin seseorang yang hidupnya sebatang kara pun merindukan hal yang sama.

“Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik”.
--Tere Liye

Kutipan diatas adalah salah satu kutipan dari tere liye yang sangat keren, membuat kita menjadi sosok yang positif dan belajar bahwa didunia ini tidak ada yang sia-sia. Kita hanya bisa menunggu skenario dari Maha Pencipta apa dengan alur kehidupan yang dijalani ini. Tapi aku tetap yakin banyak yang berkata, it's just theory. Yap. Aku pun sadar betul, aku belum bisa menikam sangat kuat hati ini namun ya jalan satu-satunya adalah menyibukan diri, namun ingat ke hal positif. Seperti yang aku lakukan sekarang, aku mengikuti sebuah komunitas yang waktu itu bukan kesia-sian yaitu Jendela dan salah satunya adalah komunitas rajut. Yaya, tidak dapat dipungkiri tetap ada disela-sela itu pun masih sering terselip rindu. :’)

iya, Benar Sekali Aku Rindu..



Minggu, 06 Desember 2015

Berkesan itu Pasti, tapi Hati Tetap Menginspirasi

Banyak hal dari sebuah peristiwa pasti akan ada sebuah makna. dalam hal ini aku terseret pada arah yang membuat sebuah peristiwa itu penuh sekali dengan makna yan sangat dalam.


Kusebut itu Jendela, Jendela Dunia.

Kalian yang sudah tahu, pasti akan langsung menebak apa itu Jendela Dunia. yap benar sekali. Buku adalah Jendela Dunia. Namun tidak semua orang menyukai buku, tidak semua orang hobby membaca dan tidak semua orang mengetahui bahwa kita butuh Buku.

dan kita mempunyai wadah, bahwa buku itu ada. Jendela, Komunitas Jendela, Lebih tepatnya Komunitas Jendela Lampung yang berada ditempatku berdomisili sekarang. tak terasa hampir satu tahun aku berada dalam keluarga ini, keluarga yang sangat menginspirasi baik bagi diriku sendiri dan orang banyak.

Tempat orang-orang yang sangat peduli akan sebuah pendidikan untuk yang belum tau mereka butuh itu dan mereka itu adik-adik kita tercinta.

Minggu, 29 November 2015

Atas rasa syukur karena telah berusianya satu tahun Komunitas Jendela Lampung ini, kami merayakan acara Ulang Tahun yang  melibatkan adik-adik didik kita untuk berpartisipasi dalam menghangatkan atau melengkapi acara ini agar lebih seru dan penuh cerita yg berkesan untuk kita semua..


Keluarga besar Komunitas Jendela Lampung


Aku secara pribadi sekali lagi, mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komunitas Jendela Lampung yang Pertama, semoga apa yang telah kita lakukan untuk mereka dapat menjadi bekal baik untuk meraka ingat kelak, menjadikan Jendela ini sebagai ladang amal untuk kedepannya dan selalu menjadi insipirasi untuk anak-anak, remaja ataupun orang tua bahwa kita layak mendapatkan pendidikan kita layak menjadi pendidik walau hanya satu kata.

dan juga terimakasih untuk yang telah mengenalkan aku dengan Komunitas ini. Kalian adalah keluargaku dirantauan ini, keluarga yang berhati mulya membawaku kedalam arus yang positif. Waktu bersama kalian bukanlah sebuah kesia-siaan bagiku. kalian adalah warna, penyemangat hidupku yang hidup seorang diri. 


Terima Kasih semuanya, terima kasih :)



I Love You





Sabtu, 14 November 2015

-Kutipan - Jodoh Dunia Akhirat

Selama beberapa bulan gak nulis, kali ini aku bakal menulis sesuatu pengalaman disekitaraku yang udah gak asing lagi buat di bahas yaitu “JODOH”. Lima huruf satu kata itu memang menjadi topik yang sangat dan pantas dibahas untuk postingan kali ini, kenapa tidak?. Karena hal tersebut telah menjadi sebuah pertanyaan yang amat menggemparkan untuk para jomblo yang sedang mencari sang kekasih.

Sedikit intermezzo, beberapa bulan ini aku suka membaca buku mengenai jodoh, pernikahan atau apalah yang berjenis seperti itu. Untuk umurku yang masih dua puluh dua tahun, mungkin terlalu muda untuk membahas tentang ini tapi entah mengapa hal ini mengganggu pikiranku, rasanya semua buku berkaitan dengan itu ingin aku baca. Menurutku itu sebuah bekal buat kunantinya, ilmu tentang pernikahan, karena aku ingin punya keluarga yang harmonis .Aamiin

Dari beberapa buku yang aku baca, kebanyakan intinya adalah berupaya untuk menjadi sosok yang lebih baik, atau istilah lain adalah memantaskan diri untuk jodoh kita. Dan itu perlahan-lahan akan aku lakukan, Aamiin.

Buku Jodoh Dunia Akhirat karya Ikhsanun Kamil dan Foezi Citra Cuaca adalah salah satu contoh buku yang pernah aku baca. Tapi aku tidak akan membahas isi buku tersebut, hanya pada akhir halaman terdapat sebuah doa-doa yang menurutku memang semua umat yang masih galau atau ragu akan sosok seseorang yang selalu datang dan pergi sesukanya. Ini sedikit kutipannya


“ Ya Allah, Aku membaca setiap rangkaian dalam buku ini karena Mu, untuk menuntutku ilmu dalam mendekatkan diri pada-Mu, untuk mencari bekal menggenapkan separuh agama-MU.

Ya Allah, berkahilah aku dalam ikhtiar untuk menjemput jodoh yang tertakdir untukku, Cukupkan kami bahwa hanya Engkau yang menjadi penjawab segala tanya dalam penenang hatiku. Aku meyakini bahwa Cinta itu datangnya dari-Mu, Allah. Dan akan engkau hadirkan cinta itu untuk seseorang yang namanya sudah engkau tulis di Lahul Mahfuzh.

Ya Allah.. Jikalau dia yang sedang dalam hatiku sekarang ini memanglah bukan yang Engkau takdirkan untukku, maka musnahkan dan buang perasaan itu, agar tak semakin mengotori hati dan pikiranku, terutama agar tak membuatmu murka karenanya. Namun, Jikalau dia memang yang Engkau takdirkan untukku, berikanlah sesabaran dan kekuatan dalam menghimpun keterserakan antar kami berdua. Berilah kami keyakinan, kesetiaan lalu keberanian pada hati kami berdua.

Ya Allah.... Jikalau suatu saat aku bertemu dengan ia yang Engkau takdirkan untukku yakinkan aku dengan membuat hatiku tidak tertarik kepada (pria/wanita) mana pun dan tidak goyah karena alasan apapun.

Ya Allah...Yakinkan hatiku dengan kesiapan, kerelaan dan keberanian untuk saling membuka, menerima dan menutup aib pada diri kami berdua. Yakinkan hatiku dengan membuat aku untuk tidak mencari-cari celah kekurangannya, seperti yang selama ini aku lakukan tas dasar penjagaan sesuai apa yang memang seharusnya.

Ya Allah... yakinkan hatiku...yakinkan hatiku... yakinkan hatiku dengan keyakinan atas-Mu yang lebih dari segalanya, agar tak mendahului apa yang telah Engkau tata, agar tak membuat-Mu murka atau Rasul-Mu menitikkan air mata, atas apa yang tidak seharusnya.

Aku tak mau meminta segera, karena itu berarti aku telah memaksa Engkau untuk meromak yang sudah digariskan ketetapan-Nya. Aku juga tak mau berdoa secepatnya, karena siapa tahu saja telah mengatasnamakan niatan suci padahal mengenyampingkannya karena nafsu belaka. Aku tak mau meminta segera atau secepatnya, karena itu tergesa-gesa dan seolah memaksa. Aku hanya meminta kepada-Mu untuk memberikan kesiapan dan kerelaan menerima, atas apa yang Kau gariskan untukku, agar aku senantiasa mensyukurinya.

Ya Allah, tunjukilah aku jalan menuju takdir terbaik-Mu. Sabarkan aku dalam penantian yang terus merindu ini.
Aamiin Yaa Robbal’alamiin............”

Gimana rasanya saat sudah baca, mungkin ada perasaan berbeda dihati kalian. Aku pun begitu. Hehe