Skip to main content

Catatan Tadabbur Surat Al an'am 165 (The Pioneer)

 

*Catatan Tadabbur dari kak Atikah Sayyidah

THE PIONEER

Reflection on Surah Al An'am 165

di bulan ramadan banyak sekali yang kita kerjakan, saling memberi, buka bersama, aktivitas seperti kerja, sekolah dan lain-lain. artinya bahwa manusia itu bisa sekali melakukan semua hal itu di hari yang sama dari pagi sampai sore.

Sebenarnya manusia itu luar biasa karena banyak sekali manusia yang bisa dilakukan, dan banyak sekali profesi yang bisa dikerjakan. Ada manusia yang menjadi dokter, chef, astronot, peneliti, tapi kalau kita sadari lagi kok bisa ya manusia itu bisa melakukan banyak hal dan bermacam-macam sekali

Dunia itu sibuk banget dan manusia itu sibuk banget.

tapi kita gak ngerti waktu yang berjalan ini, sebenernya kita semua untuk apa, apa si tujuan kita melakukan itu semua

SEMUA MANUSIA ITU SIBUK BANGET

apa sih goals kita hidup didunia ini? untuk apa semua manusia melakukan banyak hal ?


HARUSNYA BAGAIMANA?

mari kita liat ayat Al-qurannya



Sebenarnya kita dibumi menjadi apa dan seperti apa?

mari lebih detail  pada kata


  • خَلِيْف itu bentuk jamak dari kata خَلِيفَه dan خَلَفَ artinya pengganti/penerus/wakil
  • sebenarnya khalifah itu artinya bukan pemimpin secara bahasa, kalo secara bahasa dari kata (خَلَفَ) secara bahasa itu (belakang)

maksudnya (belakang) itu apa?

Ulama-ulama kita mengatakan salah satunya imam arozi, ada suatu benda dibelakangnya lagi-dibelakangnya lagi dan seterusnya

maka kata خَلَفَ itu bisa juga diartikan pengganti/penerus/wakil

kata imam arozi pada tafsir beliau yaitu kata "khalifah" خَلِفَه itu didalam alquran disebutkan beberapa kali, salah satunya dalam surat albaqarah ayat 30 

 إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ 

sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah fimuka bumi ini)

Menurut arozi, khalifah itu nabi adam pada pendapat pertamanya, jadi nabi adam itu manusia pertama kali yang diturunkan kebumi oleh Allah subhanahuwataala

dan nabi adam ini makhluk ciptakan allah yang pertama menjadi wakil di muka bumi ini, selain wakil Allah dimuka bumi ini untuk menegakan kebenaran dan nabi adam juga merupakan mengganti makhluk yang tinggal dimuka bumi ini. 


Sebelum manusia dibumi ini ada yang menempati, menurut tafsir Ibnu Khasir dan tafsir yang lain yaitu para JIN yang mengusai bumi dan Jin ini banyak melakukan kerusakan dibumi sampai akhirnya Allah tarik lagi para Jin dan menggantikan posisi untuk merawat bumi ini  yaitu nabi adam adalah seorang manusia.

manusia itu bermakna menggantikan posisi jin

Allah menurunkan ayat pada Surat Al Baqarah ayat 30. Malaikat itu seperti trush isu pada manusia yang menjadi khalifah karena sebelumnya telah merusak bumi.

by the way, Nabi adam itu langsung Allah yang meniumkan ruh kepadanya, para ulama lain juga berpendapat bahwa ayat ini bukan mengkhususkan untuk nabi adam saja tapi kita semua keturunan nabi adam. Karena kita penerusnya nabi adam maka beban-beban dan kewajiban nabi adam, kita juga dapat.


nabi adam itu cerdas banget, beliau dikasih ilmu kebeliau, sesuatu yang gak dikasih ke makhluk lain, di surat albaqarah, nabi diajarin asma allah yang tidak diketaui oleh malaikat dan makluk-makhluk yang lain (Masya Allah)

SAMPAI ALLAH MEMINTA PARA MALIKAT DAN JIN SUJUD PADA  NABI ADAM

pendapat kedua menurut imam arozi, kholaifa ardi sebagai wakilnya Allah apalagi umat nabi muhammad dan kita harus berbangga

Allah memerintahkan menyembah allah melalui nabi pada zamannya sampai pada nabi muhammad yaitu nabi terakhir, allah berkata bahwa umat nabi muhammad adalah umat terbaik karena kita adalah wali-walinya Allah.

kita adalah wakil-wakilnya Allah untuk menyampaikan ayat-ayat al-quran.

Nabi muhammad itu sudah lama meninggal dan yang menerukan tugas beliau adalah kita semua.



kata selanjutnya adalah al ardh artinya bumi, kalau dalam surat Al Baqarah kata khalifah itu di ikuti kata fii

tapi dalam ayat ini tidak ada fii dalam bahasa arab itu disebut mudhof mudhof ilahi maksudnya sebuah kata yang bersandarkan pada kata yang lain untuk menghasilkan kata yang baru dan juga bermakna kepemilikan. 

berarti didalam ayat ini artinya kepemilikan atas bumi, jadi kita semua ini pemilik atas bumi.

kata khalaif artinya penerus, menurut para ulama bahwa manusia di muka bumi ini akan terus berganti generasi ke generasi selanjutnya

bahwa kita juga dimuka bumi ini akan tergantikan, tidak selamanya hidup didunia akan berganti dengan generasi yang lain

Khalifa artinya pemimpin sedangkan dibumi ini tidak bisa dipimpin, maksudnya memimpin itu adalah untuk memakmurkan bumi karena sebelumnya jin melakukan kerusakan dibumi dan Allah mempercayai manusia untuk memakmurkan bumi, bukan bumi saja tapi yang ada diatasnya.

Opening dari ayat ini wahuahalladzi jangalakum (dialah yang menjadikan kamu), kalau kita liat di Al Quran Allah memilih beberapa kata untuk menunjukan penciptaan terhadap manusia, 



kadang-kadang Allah pakai kata kholaqo untuk mengartikan penciptaan

Perbedaan kholaqo dan ja'ala ?

kalau kholaqo itu meng-create yang gak ada jadi ada, kalau ja'ala kalau dalam bahasa indonesia artinya menjadikan yang sudah ada menjadikan yang lain.

kita itu manusia sudah ada, terus Allah jadikan sesuatu yang lain, emang tadinya apa yaa???

contohnya kata ja'ala seperti kayu kemudian kita bisa dimodif menjadi kursi, meja dll itu 

nah, kita ini tadinya makluk allah yang lemah banget, kita itu diciptakan dari setetes air yang sangat hina tapi Allah menjadikan kita mulia dengan menjadikan kita khalifah.


Allah yang menjadikan kita apapun saat ini


katanya kita pemimpin dibumi, yang memakmurkan bumi tapi tidak begitu kenyataannya, lihat ayat ini Allah itu meninggikan sebagian manusia diatas sebagian yang lain

karena kenyataan ada gedung-gedung tinggi, disisi yang lain ada rumah-rumah kayu, berarti kita itu berlapis-lapis dan beda-beda ada yang kuat, lemah, pintar dan pintar banget.

Sekarang perbedaan antara orang miskin dan kaya itu terlihat sekali, seperti kita lihat di sosmed orang-orang udah mencapai ini itu, kok kita gini-gini aja?.

Allah jawab diayat selanjutnya


Ujian dari Allah yang menjadikan kita punya tingkatan yang berbeda-beda dari derajat manusia, dan Allah melihat kita dari ketaqwaan kita, semua orang diuji, orang kaya diuji, dengan kekayaannya, apakah menggunakan kekayaan dengan baik, dan orang miskin juga diuji dengan kesusahannya.


hidup adalah ujian

gak ada ujian adalah gak hidup


Tujuan Allah menjadikan kita khalifah dibumi untuk menguji kita, apakah orang yang kaya bisa menginfakan hartanya dengan sedekah, orang miskin bisa bersyukur dengan kemiskinan yang dikasih.

kenapa allah pengen menguji kita dimuka bumi ini ??


Allah menyuruh kita beribadah karena Allah pengen memberikan kita jannah

karena maghfiroh dan rahmah itulah sebab manusia bisa masuk kesurganya Allah

kalu kita melihat profesi kita dibumi ini tapi semua achive itu hanya sementara dan maghfirah dan rahmah untuk mengantarkan kita ke final destination-nya allah yaitu surganya Allah.

kita semua bakal bahagia ketika kita tahu tujuan kita, akhirnya mau kemana, kalau manusia gak tau tujuannya mau kemana, maka akan menjadikan hal-hal remeh menjadi tujuannya.

kita dimuka bumi itu semua berusaha untuk mendapatkan hukuman Allah atau ampunan dan kasih sayang allah

jadi, misi kita didunia ini adalah we are the pioneer of earth


kita diciptakan dimuka bumi ini untuk diuji sampai ke surganya Allah

Waallahualam bisyowab






Comments

Popular posts from this blog

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Meluruskan Niat

  قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Anám : 162) PENJELASAN TAFSIR Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan irada...

Menyadari Tidak Ada yang Sia- Sia

  اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu'minun : 115)   RINGKASAN AYAT/TAFSIR  Maksudnya, “maka apakah kamu mengira,” wahai makhluk, “bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja),” yaitu sia-sia dan batil, kalian makan dan minum, berjalan dan menikmati kelezatan dunia, sementara kami membiarkan kalian tanpa memerintah dan melarang, tanpa memberi pahala dan hukuman. Oleh karena itu, Dia berfirman, ”dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami,” hal ini tidak terbetik di dalam hatimu.  sumber : Tafsir As sa'di REFLEKSI Allah itu serius banget menciptakan kita, gak untuk main-main atau hura-hura. Kita diciptakan pasti punya tujuan untuk menjadikan kita manusia yang menyelamatkan bumi tapi kita gak mengerti kenapa kita diciptakan dan untuk apa, dan kebanyakan dari k...