Skip to main content

WISATA RELIGI KE MASJID ABDUL KADIM (MASJID KURSI PATAH) DI MUSI BANYUASIN

Semenjak Pandemi hadir, kita susah sekali untuk masuk kedalam masjid karena alasan protokol kesehatan, banyak masjid yang tidak dibuka alhasil kita harus sholat di rumah masing-masing.
Tahun 2022 ini, Pandemi sudah usai. Kegiatan sudah mulai normal kembali, mari kita list tempat-tempat yang ingin kita kunjungi.
























Pertengahan Ramadhan kemarin, saya melewati sebuah Masjid Megah di Desa Epil Kec. Lais Kab. MUBA yaitu Masjid Abdul Kadim. Masjid ini juga terkenal dengan sebutan Masjid Kursi Patah. Filosopinya mau setinggi apa jabatan atau kedudukan itu semua akan patah atau tiada artinya kalau tidak beribadah. Sebelum sampai rumah saya harus melewai masjid Abdul Kadim tersebut, sekitar 1 jam menuju  kekampung halaman ke Bailangu, Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. 





Dari beberapa artikel yang saya baca, masjid ini dibangun oleh keluarga besar desa epil yang bernama Prof. Khadim. 


Ketika saya datang ke Masjid Abdul Khadim ini, kondisi masjid masih dalam proses pembangunan diarea depan, saya belum bisa masuk kedalam masjid karena saat itu sedang melaksanakan sholat jumat. 


Masjid ini akan menjadi pusat destinasi wisata religi bagi warga-warga yang melewati dan akan menuju Kabupaten Musi Banyusin Provinsi Sumatera Selatan.


Tak lupa disisi masjid ini terdapat kursi patah (Broken Chair), Pembangun masjid ini terinspirasi kursi patah di Gedung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Kota Jenewa, Swiss. 

Kursi Patah ini menjadi sebuah keunikan dari banyak masjid yang pernah saya kunjungi, material yang pakai dalam pembangunan ini pun dengan kualitas yang bagus, kursinya sendiri dipesan dari pulau jawa menggunakan kayu unglen yaitu kayu yang kuat.

Walaupun ketika saya berkunjung kemasjid ini belum selesai 100 % tapi saya masih ingin kembali datang untuk sholat sekaligus melihat keindahan masjid ini dari dalam. Semoga Allah memberikan waktu dan kesehatan agar bisa datang kembali. Aamiin

Comments

  1. Filosofinya kursi patah itu dalem banget ya mbak...
    Pengin deh suatu saat bisa berkunjung ke masjid abdul kadim.. semoga ada perjalanan dinas ke sana nanti hhehe

    ReplyDelete
  2. Wah.. salah satu keunikan & keindahan seni arsitektur dari masjid di indonesia nih.. mgkin bisa saya masukkan ke dalam listicel selanjutnya di blog saya tentang keindahan bangunan masjid di indonesia..

    Trimakasih telah berbagi informasinya yaa

    ReplyDelete
  3. baru dengar yang namanya kayu unglen. di kampung saya di Lamongan juga ada Masjid Namira yang biasanya jadi jujugan/ tujuan wisata orang-orang.

    ReplyDelete
  4. Kadang tuh saya tertarik mengunjungi masjid tapi sebagai non muslim ada rasa takut diusir juga. Takutnya khusus buat muslim saja.

    ReplyDelete
  5. MashaAllah~
    Filosofi yang luar biasa dari Masjid Abdul Kadim.
    Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan pernah terlambat atau meninggalkan sholat, Karena hanya pekerjaan duniawi.

    Semakin semangat sholat di Masjid yang indah di Sumatra Selatan.

    ReplyDelete
  6. Terimakasih kak informasinya sangat berguna

    ReplyDelete

Post a Comment

Selesai berkomentar ucapkan Alhamdulillah
@tiameirizta

Popular posts from this blog

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Mengingat KesaksianNya

  وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓۙ اِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ  Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al Maidah : 7) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar mengingat nikmat-nikmatNya, baik nikmat agama maupun dunia dengan hati dan lisan mereka, karena dengan terus menerus mengingatnya, itu akan medorong kepada sikap bersyukur, mencintai, dan mengakui dengan hati akan kebaikan-kebaikan Allah. “Dan perjanjiannya,” maksudnya ingatlah perjanjian Allah, “yang telah diikatNya dengan kamu,” yakni, adalah perjanjian yang telah dia ambil darimu. Ia tidak berarti mereka mengucapkan perjanjian dan sumpah itu, akan tetapi maksudnya adalah bahwa mereka mengim...