Skip to main content

GAK USAH PAKEK HATI JUGA KALI

“GAK USAH PAKEK HATI JUGA KALI “


Kalimat diatas itu adalah sebuah kalimat dari orang-orang yang mungkin pikirannya tentang cinta itu tak perlu diseriusin, kalo sayang gak usah serius banget yang penting punya pacar.  Kenapa gue bahas tentang kayak gini, soalnya biar kalian tau pengalaman yang pernah gue alamin just share it . Gue inget ketika gue punya pacar pertama dua tahun yang lalu, mungkin karena gue baru ngerasa yang namanya mengenal seseorang dan gue pikir, gue gak biasa main-main dalam hal seperti ini, soalnya bisa bikin sakit khususnya hati.

Ketika gue pacaran, gue baru ngerasa yang namanya galau hahaha, selain galau, gue juga ngerasa sedih, ketawa sama seseorang yang kita sayang. Yang paling gue malu tulis disini, gue paling sering ngeluarin air mata yang menurut gue mubazir banget sekarang.

gue baru inget waktu awal masuk semester 5, gue ketemu matakuliah Kewirausahaan yang dosennya itu bisa ngeramal atau membaca arti nama dan mungkin raut wajah kita, jadi pada pertemuan pertama dosen tersebut absen buat kenal dan sekalian ngeramal kami masing-masing. Saat giliran gue dosen itu bilang “kamu orangnya serius, sangking seriusnya masalah yang kecil bisa jadi besar dan masalah yang lebih penting bisa terabaikan, terus kamu juga kalau sayang sama seseorang pasti sayang banget jadi gak siap kalo kehilangan”. Semenjak itu gue merenung dan mikir apa bener yang dibilang sama bu dosen tersebut dan jawabannya ada didiri gue sendiri.

Beberapa bulan kemudian gue putus sama pacar gue, dan hasilnya gue kayak orang gak normal, iya tidur gak teratur, makan gak teratur dan jerawat gue juga gak teratur akibatnya berat badan gue menurun.
Temen-temen gue nyaranin gue buat jangan pacaran dulu karena kalo gue pacaran pasti pakek hati. Gue pikir dalam hati, salah yah kalo pakek hati ?. Tapi emang bener kadang kita ngasih sebuah ketulusan sama seseorang dan yang kita dapatkan hanyalah sebuah derita yang memang tak pantas buat kita rasakan saat ini.

Yah dengan kejadian itu gue gak kapok buat pacaran alhasil gue punya pacar lagi dan akhirnya putus lagi. Terus temen gue Tanya lagi “mana pacarnya ?” , udah putus gue jawab, kok cepet banget? Lagi pengen sendiri aja,, gak usah pakek hati juga kali . dan akhirnya gue terdiam dengan hening yang panjang.



Comments

Popular posts from this blog

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Meluruskan Niat

  قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Anám : 162) PENJELASAN TAFSIR Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan irada...

Menyadari Tidak Ada yang Sia- Sia

  اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu'minun : 115)   RINGKASAN AYAT/TAFSIR  Maksudnya, “maka apakah kamu mengira,” wahai makhluk, “bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja),” yaitu sia-sia dan batil, kalian makan dan minum, berjalan dan menikmati kelezatan dunia, sementara kami membiarkan kalian tanpa memerintah dan melarang, tanpa memberi pahala dan hukuman. Oleh karena itu, Dia berfirman, ”dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami,” hal ini tidak terbetik di dalam hatimu.  sumber : Tafsir As sa'di REFLEKSI Allah itu serius banget menciptakan kita, gak untuk main-main atau hura-hura. Kita diciptakan pasti punya tujuan untuk menjadikan kita manusia yang menyelamatkan bumi tapi kita gak mengerti kenapa kita diciptakan dan untuk apa, dan kebanyakan dari k...