Skip to main content

Posts

Catatan Tadabbur Surat Al an'am 165 (The Pioneer)

  *Catatan Tadabbur dari kak Atikah Sayyidah THE PIONEER Reflection on Surah Al An'am 165 di bulan ramadan banyak sekali yang kita kerjakan, saling memberi, buka bersama, aktivitas seperti kerja, sekolah dan lain-lain. artinya bahwa manusia itu bisa sekali melakukan semua hal itu di hari yang sama dari pagi sampai sore. Sebenarnya manusia itu luar biasa karena banyak sekali manusia yang bisa dilakukan, dan banyak sekali profesi yang bisa dikerjakan. A da manusia yang menjadi dokter, chef, astronot, peneliti, tapi kalau kita sadari lagi kok bisa ya manusia itu bisa melakukan banyak hal dan bermacam-macam sekali Dunia itu sibuk banget dan manusia itu sibuk banget. tapi kita gak ngerti waktu yang berjalan ini, sebenernya kita semua untuk apa, apa si tujuan kita melakukan itu semua SEMUA MANUSIA ITU SIBUK BANGET apa sih goals kita hidup didunia ini? untuk apa semua manusia melakukan banyak hal ? HARUSNYA BAGAIMANA? mari kita liat ayat Al-qurannya Sebenarnya kita dibumi menjadi apa dan ...
Recent posts

Resolusi blog 2026

Assalamualaikum pembaca blogku Akhirnya aku berusaha untuk menulis lagi blog ini, dari segala macam pergulatan dalam otakku untuk produktif lagi, sepertinya aku harus kembali menulis untuk meningkatkan kewarasan diri aku, hihi Rencana ditahun 2026, blog ini akan aku isi kembali untuk membahas beberapa hal agar hidupku banyak manfaat. Karena kesibukan perduniawi menjadikan aku kurang produktif, blog aku tak terisi, sosmed juga jarang update-apalagi aku sebagai wanita yang banyak peran yaitu jadi pekerja, istri dan ibu, untuk menulis blog saja masih kadang tersendat-sendat. Buktinya pada tahun 2025, aku hanya menulis blog pada bulan ramadhan, niatnya 30 hari full untuk menulis challange diri dengan quran journaling, namun apa daya diakhir-akhir ramadan sepertinya tidak bisa terpegang. Jadi, aku harap ditahun 2026 ini aku berusaha memaksimalkan satu bulan 1 blog artikel yang diposting, dan mungkin blog aku sekarang ada sedikit perubahan niche, kemungkinan akan jarang aku menulis terkait t...

Menyadari Tidak Ada yang Sia- Sia

  اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al Mu'minun : 115)   RINGKASAN AYAT/TAFSIR  Maksudnya, “maka apakah kamu mengira,” wahai makhluk, “bahwa sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja),” yaitu sia-sia dan batil, kalian makan dan minum, berjalan dan menikmati kelezatan dunia, sementara kami membiarkan kalian tanpa memerintah dan melarang, tanpa memberi pahala dan hukuman. Oleh karena itu, Dia berfirman, ”dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami,” hal ini tidak terbetik di dalam hatimu.  sumber : Tafsir As sa'di REFLEKSI Allah itu serius banget menciptakan kita, gak untuk main-main atau hura-hura. Kita diciptakan pasti punya tujuan untuk menjadikan kita manusia yang menyelamatkan bumi tapi kita gak mengerti kenapa kita diciptakan dan untuk apa, dan kebanyakan dari k...

Mengharap Ridhonya

وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۚ  Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam. (QS. Assyura : 109)   PENJELASAN TAFSIR Dalam ayat ini dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas menyampaikan agama Allah , Nabi Nuh tidak akan meminta upah kepada siapa pu n, dan tidak mengharapkan harta kekayaan, kekuasaan, dan kemegahan sedikit pun. Ia hanya mencari keridaan dan pahala dari Allah. sumber : tafsir tahlili REFLEKSI Sekarang ini telah banyak berita mengenai menjual agama, ayat-ayat Allah digunakan untuk kepentingan pribadi atau penguasa. Apakah yang kita lakukan untuk menyampaikan agama Allah ini murni karena meminta ridho Allah atau ingin dilihat dan dipuji oleh manusia? Apakah saya rela kehilangan banyak hal demi menyampaikan agama Allah?? APPLY TO LIFE Luruskan niat karena Allah ketika menyampaikan ayat-ayat  Allah dengan mengharapkan ridho Allah, membu...

Menjalani Misi Hidup

  وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ  Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Anám : 165) PENJELASAN AYAT/TAFSIR  Sesungguhnya Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi ini dan Dia meninggikan derajat sebagian kamu dari yang lainnya, baik kedudukan dan harta maupun kepintaran dan lain-lainnya, karena Dia hendak mengujimu dengan apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Ayat ini menegaskan, bahwa Allah-lah yang menjadikan manusia penguasa-penguasa di bumi u ntuk mengatur kehidupan rakyatnya dan Dia pulalah...

Meluruskan Niat

  قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Anám : 162) PENJELASAN TAFSIR Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan irada...

Menunjukan Ketundukan

  اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”    PENJELASAN TAFSIR/AYAT Kepada Ibrahim diperintahkan agar berserah diri, mengakui keesaan Allah dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja. Yang dimaksud dengan "berserah diri" di sini ialah tunduk dan patuh kepada agama Allah, agama yang sesuai dengan akal pikiran yang disertai dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang nyata. Agama tersebut akan dilanjutkan penyampaiannya oleh rasul-rasul yang datang kemudian, termasuk Nabi Muhammad saw. Karena itu Ibrahim a.s. langsung menjawab perintah Allah tanpa menanyakan sesuatu pun. “Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan seluruh alam”. Maksudnya ialah, “Aku murnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah saja. Aku hadapkan wajahku kepada-Nya. Ibadahku, hidupku dan matiku untuk Tuhan seluruh alam.” اِنِّيْ وَجَّهْتُ...