Skip to main content

Posts

Komunitas Jendela Lampung

Haii Semuaa Apa kabar pembaca setia blogku? Sesuai janji pada diriku sendiri, aku bakal menulis sesuatu aku bagi buat kalian. Sebelum aku meceritakannya, aku ingin nanya? Kalau kita ingin membagi sebuah ilmu itu apa harus menjadi seorang guru?? Aku rasa tidak, aku yang dilahirkan dari keluarga yang nota benenya adalah profesi guru. Tapi sejak aku lulus dari SMA, mama ku ingin aku menjadi seorang guru, tapi aku gak mau dan sempat memberitahunya bahwa “ma, kalu mau ngajarin orang, gak harus jadi seorang guru, aku mau ngajarin orang tapi tidak mau jadi seorang guru”. Gak tau apa yang ada dipikiranku mengenai ini sejak dulu.  Ohya, pada tanggal   7 Februari 2015, Bang Oben memngirim pesan di BBM, kalau dia mau ngajak aku ikut disebuah Komunitas Jendela Lampung, dan aku sempet nanya Komunitas apa itu? Dan kata Bang Oben, itu adalah komunitas ngajarin anak-anak. Dan aku langsung ingin ikut kebetulan aku suka anak-anak namun sayang untuk tanggal 8 Februari 2015 tepat hari m...

Rasa Rindu untuk Blogger Unsri

Huk huk huk.. heem.. maaf bukan suara doggy tapi suara batukku, maklum udah lama gak main bloggy kesayangan ini, udah hampir beberapa bulan aku gak bersentuhan mesra dengan keypad ini, mencium, memeluk dan mengelus, hihi   (lebay). Baiklah sekarang kita bicara formal aja oke? Rasanya rindu menjadi-jadi karena aku sudah lama tidak menulis dimedia ini, aku memang butuh banyak waktu untuk meluangkannya, setelah lulus dari universitas, aku memulai dengan hal yang memang diidamkan setiap orang yaitu bekerja. Alhamdulillahnya aku bisa bekerja, walaupun sedikit merantau tapi ya, begitu hidup seperti roda gak bakal diam ditempat yang sama. Jujur sekali aku sangat rindu, dengan blog ini. Apalagi aku pernah mengikuti komunitas dikampus dahulu yaitu BLOGGER UNSRI yang memberikan aku banyak pengalaman dalam dunia blog ini sendiri, dan menyadari banyak sekali hal yang dipertimbangkan untuk menjadi penulis atau blogger sejati (salam dua jari). Walaupun jidatku sudah bersegel Alumni ...

Surat Yang Tak Pernah Sampai (DEE)

suratmu itu tidak akan pernah terkirim, karena sebenarnya kamu hanya ingin berbicara pada dirimu sendiri. kamu ingin berdiskusi dengan angin, dengan wangi sebelas tangkai sedap malam yang kamu beli dari tukang bunga berwajah memelas, dengan nyamuk-nyamuk yang cari makan, dengan malam, dengan detik jam. tentang dia. sebelah darimu menginginkan agar dia datang, membencimu hingga muak dan mendekati gila, menertawakan segala kebodohannya, kekhilafannya, untuk sampai jatuh hati padamu, menyesalkan magis yang hadir naluriah setiap kali kalian berjumpa. akan kamu kirimkan lagi tiket bioskop, bon restoran, semua tulisannya – dari mulai nota sebaris sampai doa berbait-bait. dan beceklah pipinya karena geli, karena asap dan api dari benda-benda yang ia hanguskan – bukti-bukti bahwa kalian pernah saling tergila-gila – beterbangan masuk ke matanya. semoga ia pergi dan tak pernah menoleh lagi. hidupmu, hidupnya, pasti akan lebih mudah. tapi, sebelah dari...

At First Time to Lampung

Aku yang sedang duduk diam sambil mendengarkan lagu di sebuah kereta api tuk melaju sebuah pengalaman baru. Aku duduk disebelah sesuatu yang tak berwujud , entah kemana hilang yang pastinya aku telah melihat sesosok laki-laki tua yang berkisar umuran 40 tahun. Nomor tempat duduk yang kutempati sekrang berbeda dengan yang ada ditiket. Aku menukarnya aku rasa aku lebih nyaman ditempat ini, tepatnya disamping jendela. Walaupun aku sadari tak dapat melihat- apapun dari luar sana karena suasana yang memang kelam. Suasana yang kelam ini memang lebih nyaman dibandingkan yang cerah, karena sudah terlihat dari sisi materi dan kondisi. Sekarang sangat nyaman, buktinya aku masih bisa menulis disini. Aku harap perjalanan yang terbilang cukup jauh, karena sekarang telah pukul setengah Sembilan lewat, keretaku sudah melaju dan mungkin besok pagi baru bisa sampai kota baru kutempati. Dengan pergi kesana, aku mengorbankan tugas akhirku yang terbilang terbengkalai demi sesuatu yang ...

Birokrasi LULUS

Susah banget ya hidup di Negara yang penuh dengan birokrasi. Birokrasi di Indonesia lumayan sulit setelah gue pikir-pikir. Mau lulus kuliah aja susah, mau lulus kerja aja susah dan sebagai cewek juga susah kalo misalnya mau nyatain cinta sama cowok yang kita suka *curhat. Bahasan yang menarik juga kalo dipir-pikir. Birokrasi di Indonesia itu ribet banget dah, mau kuliah harus ada ini dan itu. Makanya banyak orang-orang di Indonesia ini pusing dan gak mau ribet, makanya mereka melakukan jalan yang  menurut mereka lebih instan. Di Negara kita mah udah gak hitung lagi yang kayak gitu, dari yang nyata sampe gak berwujud aja mungkin udah jutaan. Itulah, karena hidup itu gak mau ribet. Gue juga orangnya gak mau ribet tapi gue kadang suka meribet-ribetkan masalah sebenernya gak seribet-ribetnya ribet . *mikir Itulah kenapa sampe sekarang gue belum bisa sidang-sidang. Birokrasi dikampus gue tuh ribet banget. Minta tanda tangan ini-terus-itu-terus-ini lagi. kapan ini-itu sel...

Kapan Lulusnya?

Kapan LULUSNYA?? Ini pertanyaan buat gue dan orang-orang yang lagi terlibat yang namanya skripsi atau tugas akhir. Gue juga gak ngerti kenapa kebanyakan orang itu selalu nanya kapan lulusnya, gue sangat tertekan.! Pertanyaan yang sering diulang-ulang kalo lagi silahturahmi dengan keluarga besar. Menjawab pun dengan nada yang terpaksa “belum,lagi nyusun”. Jawaban seperti itu gue terus-menerus gue ungkapkan dengan orang yang berbeda-beda. Gue ngerasa udah putus asa menghadapi tugas akhir ini. Ngeliat temen yang deket sendiri udah sidang dan wisuda itu emang nyesek, iri tapi semua itu manusiawi. Gak ada orang pasrah aja ngeliat ornag lain kok bisa, kenapa kita gak bisa. Sebenernya bisa, Cuma Allah mencari jalan beda bagi setiap umat-umat manusianya. Gue kadang ngerasa gak adil dengan dunia perkuliahan yang gue rasakan 3 tahun belakangan ini. Kenapa yang pintar dan jujur itu kadang diam memendam asa ketidak adilan. Coba kita liat yang pandai, pandai menjilat l...