Skip to main content

RECEH

Receh? Siapa dia?  Ada apa dengan receh? Apa kah dia beranak atau diperanakan?.  tentu kalian sudah lama tau mengenai receh, mungkin ketika kalian berada di abad yang lalu. Kenapa gue mau ngebahas receh?. Ya, karena gue sangat prihatin dengan keberadaan receh yang semakin hari semakin dianak tiri kan ketika kertas merengut semua darinya. Sungguh sangat dramatis hidup si receh, kalo dijadikan film kartun bisa diibaratkan seperti bawang putih dan bawang merah, receh itu bawang putih yang selalu mengalah demi kebahagiaan kertas.

Entah kenapa gue pengen banget ngebahas masalah kayak gini, gue gak tega ngeliat si receh selalu dinomor duakan, dia selalu ada saat pengamen datang, sebagai alat pukul bus kota kalo mau turun, sebagai alat kesehatan juga(red : kerokan). Tapi setelah gue telaah, demi TUHAN!! . gue sadar kalo receh itu selalu memberi manfaat kepada gue sendiri tentunya, saat gue lagi dalam masa pembokean, saat itupun gue harus mengeluarkan receh yang gue simpan dalam sebuah tempat kecil, iya setiap kali gue banyak duit (red : kayo) receh selalu gue simpan dalam kotak tersebut dan gue ikat kaki dan tangannya biar gak kemana-mana, soalnya bagi gue receh itu adalah separuh hidup gue ,saat gue kehabisan kertas dan solusi teraman dan terercaya adalah RECEH. terima kasih klinik tong pang, selalu memberi kebahagian saat gue dilanda gunda gulita.

Kotor, dekil


Walaupun receh itu kecil,mungil dan gak sebanding sama kertas tapi daya tahan tubuh si receh lebih kuat dibandingkan kertas. Contoh misalkan saat si kertas jatuh dan  kalo gak sengaja diinjek pasti mukanya langsung kusut dan keriputan kayak bayi yang udah tua, sedangkan receh mau diinjek pun tetep aja original istilahnya tuh awet muda.

Emang sih  akhir-akhir ini gue selalu berteman dengan receh, gak tau nyaman banget aja sama receh, abisnya kertas jahat si sama receh. Padahal receh itu selalu ada buat kertas, misalnya kalo gue mau beli eskrim dengan harga 5500 pastinya receh selalu hadir dengan kemungilannya itu , tanpa receh, kertas gak bakal bisa memberi eskrim buat gue. Kan kan RECEH gituloh. Hahha HIDUP RECEH !!

ohya, setelah gue bahas sepanjang perjalanan cinta tulisan diatas, gue melupakan dari species mana si receh dan kertas ?? tapi menurut gue kalo receh dari species tumbuhan paku, kalo dipelajaran di biologi waktu gue kelas 1 SMA, itu sejenis tumbuhan PAKU DEDUITAN , saat itu pernah nyari tumbuhan paku yang jenisnya kayak duit receh. *abaikan (soalnya gue mau nunjukin image nya tapi gak tau bahasa latin) *garuk-garuk pantat.
 Sedangkan kertas, gue gak tau soalnya gue benci sama dia selalu ngina receh *tiup jari kelingking ( masih butuh ujungnya :D).


Aku sebenernya sayang kamu
Tapi kamu jahat sama receh
jadi aku tetep sayang kamu


PS : Manfaatkan receh sebaik-baiknya karena receh sangat bermanfaat jadi sebelum receh memanfaatkanmu berhati-hatilah ! waspadalah waspadalah.

Comments

  1. hahaha sering nyeleneh ni kata kata nya, mantep dah :D
    Hidup receh !!!

    blog.rioaperta.com

    ReplyDelete
  2. hhahhah..masak sihh nyeleneh gimana?? Wkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Selesai berkomentar ucapkan Alhamdulillah
@tiameirizta

Popular posts from this blog

WISATA RELIGI KE MASJID ABDUL KADIM (MASJID KURSI PATAH) DI MUSI BANYUASIN

Semenjak Pandemi hadir, kita susah sekali untuk masuk kedalam masjid karena alasan protokol kesehatan, banyak masjid yang tidak dibuka alhasil kita harus sholat di rumah masing-masing. Tahun 2022 ini, Pandemi sudah usai. Kegiatan sudah mulai normal kembali, mari kita list tempat-tempat yang ingin kita kunjungi. Pertengahan Ramadhan kemarin, saya melewati sebuah Masjid Megah di Desa Epil Kec. Lais Kab. MUBA yaitu Masjid Abdul Kadim. Masjid ini juga terkenal dengan sebutan Masjid Kursi Patah. Filosopinya mau setinggi apa jabatan atau kedudukan itu semua akan patah atau tiada artinya kalau tidak beribadah . Sebelum sampai rumah saya harus melewai masjid Abdul Kadim tersebut, sekitar 1 jam menuju  kekampung halaman ke Bailangu, Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.  Dari beberapa artikel yang saya baca, masjid ini dibangun oleh keluarga besar desa epil yang bernama Prof. Khadim.  Ketika saya datang ke Masjid Abdul Khadim ini, kondisi masjid masih dalam proses pembangunan ...

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Mengingat KesaksianNya

  وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓۙ اِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ  Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al Maidah : 7) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar mengingat nikmat-nikmatNya, baik nikmat agama maupun dunia dengan hati dan lisan mereka, karena dengan terus menerus mengingatnya, itu akan medorong kepada sikap bersyukur, mencintai, dan mengakui dengan hati akan kebaikan-kebaikan Allah. “Dan perjanjiannya,” maksudnya ingatlah perjanjian Allah, “yang telah diikatNya dengan kamu,” yakni, adalah perjanjian yang telah dia ambil darimu. Ia tidak berarti mereka mengucapkan perjanjian dan sumpah itu, akan tetapi maksudnya adalah bahwa mereka mengim...