Skip to main content

Posts

Mengingat KesaksianNya

  وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓۙ اِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ  Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al Maidah : 7) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar mengingat nikmat-nikmatNya, baik nikmat agama maupun dunia dengan hati dan lisan mereka, karena dengan terus menerus mengingatnya, itu akan medorong kepada sikap bersyukur, mencintai, dan mengakui dengan hati akan kebaikan-kebaikan Allah. “Dan perjanjiannya,” maksudnya ingatlah perjanjian Allah, “yang telah diikatNya dengan kamu,” yakni, adalah perjanjian yang telah dia ambil darimu. Ia tidak berarti mereka mengucapkan perjanjian dan sumpah itu, akan tetapi maksudnya adalah bahwa mereka mengim...

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Menyadari AnugerahNya

  اَلرَّحْمٰنُۙ عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (Allah) Yang Maha Pengasih telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Dia mengajarinya pandai menjelaskan.   RINGKASAN TAFSIR Allah awali dengan (salah satu) NamaNya, yaitu ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), yang menunjukkan betapa luas rahmat dan pemberianNya, serta betapa melimpah kebaikan dan karuniaNya. “ Dia menciptakan manusia ” dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dengan anggota badan yang terbaik dan bentuk tubuh yang sempurna.     “ M engajarnya pandai berbicara ,” untuk dapat menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya. Hal ini mencakup pengajaran berbicara dan menulis. kemampuan berbicara (menjelaskan) yang dengannya Allah mengistimewakan manusia daripada makhluk lainnya, adalah di antara nikmat yang paling agung dan paling besar. sumber :Tafsir As Sa'di REFLEKSI Allah itu sayang banget sama kita manusia, kita diciptakan dengan amat sempurna, Allah kasih kita fisik yang ...

Mencintai Diri Seutuhnya

  لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ  Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At tin : 4) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Dalam kajian tadabbur AQL Islamic Center dari Ustadz Bahtiar Nasir : Setelah Allah telah bersumpah dengan empat sumpah diayat sebelumnya Bersumpah atas buah tin, buah zaitun, bukit sinai, dan menyebutkan isi sumpahnya  yaitu  Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.  Tujuan Allah bersumpah dengan 4 sumpah diciptakannya yang diagungkan yaitu   Makna Jawabul Qasam/Jawabul Sumpah ( Mukhsam 'alaih ) adalah  i nformasi yang dikuatkan dengan sumpah ,  dalam ilmu balaghah tidak semata-mata ada ilmu informasi kecuali menunjukan yaitu pentingnya informasi, banyak yang melupakan dan penguatan itu bertahap/beruntun .  Sumpah itu Penguat dan sumpah itu cukup satu tapi dalam surat ini Allah bersumpah sampai 4 kali, berart...

Menghargai Proses Penciptaan

  اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. ( QS. Al Insan : 2) RINGKASAN AYAT/TAFSIR Ringkasan Tafsir Kemenag Ayat ini menerangkan unsur-unsur penciptaan manusia, yaitu bahwa manusia diciptakan dari sperma (nuthfah) laki-laki dan ovum perempuan yang bercampur.  Perkataan amsyaj (bercampur) yang terdapat dalam ayat ini maksudnya ialah bercampurnya sperma laki-laki yang berwarna keputih-putihan dengan sel telur perempuan yang kekuning-kuningan. Campuran itulah yang menghasilkan segumpal darah ( 'alaqah ), kemudian segumpal daging ( mudgah ), lalu tulang belulang yang dibungkus dengan daging, dan seterusnya, sehingga setelah 9 bulan dalam rahim ibu lahirlah bayi yang sempurna. Allah menciptakan manusia adalah untuk mengujiny...

Mengingat Asal Usul Diri

    هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS. Al Insan : 1)  RINGKASAN AYAT/TAFSIR Dalam Kajian Tafsir  Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc., M.Pd. Menjelaskan : هَلْ  = kata istifham (kata tanya) terjemahannya apakah/bukankah, jika Allah yang bertanya, pasti Allah paling tau jawabannya. Ulama ahli bahasa alfaraq menjelaskan kata tanya seperti  هَلْ  ini maknanya bukan dari orang yang tak mengetahui. Maknanya ada dua yaitu pertama tahrir yaitu penegasan. Kedua , sebuah pengingkaran. الْاِنْسَانِ  maksudnya al insan ini, apakah alif lam di ayat ini untuk membuat kalimat ini mencakup manusia. Jika yang dimaksud nabi adam yaitu makluk terakhir setelah alam semesta langit dan bumi diciptakan terlebih dahulu, artinya tanpa kita pun alam semesta ini berjalan dan baik-baik saja. Seb...

Memohon PetunjukNya

    الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِۙ (Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku. (QS. As Syuara : 78 PENJELASAN TAFSIR Allah adalah pencipta manusia, dengan ciptaan yang sebaik-baiknya. Dia pula yang memberi petunjuk (hidayah). Hidayah itu bermacam-macam. Ada hidayah yang disebut dengan hidayah pancaindra, hidayah akal (pikiran) , hidayah insting (kepandaian yang dibawa sejak lahir), dan hidayah agama (ad-din). Akal adalah hidayah Tuhan yang sangat berharga , sebab dengan akal manusia sanggup membedakan yang buruk dengan yang baik. Akal pula yang membedakan manusia dengan hewan. A kal saja belum merupakan jaminan bagi keselamatan manusia . Oleh sebab itu, Allah melengkapi nikmatnya dengan memberikan kepada mereka agama. Hidayah agama itu hanya Tuhan sajalah yang memberinya. Bila seseorang dikehendaki Allah memperoleh hidayah (agama), tidak seorang pun yang dapat meng-halanginya. Sebaliknya jika Allah belum menghendaki yang demikia...