Skip to main content

Posts

Menjalani Misi Hidup

  وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ  Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Anám : 165) PENJELASAN AYAT/TAFSIR  Sesungguhnya Tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu, Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi ini dan Dia meninggikan derajat sebagian kamu dari yang lainnya, baik kedudukan dan harta maupun kepintaran dan lain-lainnya, karena Dia hendak mengujimu dengan apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Ayat ini menegaskan, bahwa Allah-lah yang menjadikan manusia penguasa-penguasa di bumi u ntuk mengatur kehidupan rakyatnya dan Dia pulalah...

Meluruskan Niat

  قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al Anám : 162) PENJELASAN TAFSIR Dalam ayat ini Nabi Muhammad, diperintahkan agar mengatakan bahwa sesungguhnya salatnya, ibadahnya, serta semua pekerjaan yang dilakukannya, hidup dan matinya adalah semata-mata untuk Allah Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadanya. Rasul adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah dalam mengikuti dan mematuhi semua perintah dan larangan-Nya. Dua ayat ini mengandung ajaran Allah kepada Muhammad, yang harus disampaikan kepada umatnya, bagaimana seharusnya hidup dan kehidupan seorang muslim di dalam dunia ini. Semua pekerjaan salat dan ibadah lainnya harus dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati karena Allah, ikhlas tanpa pamrih. Seorang muslim harus yakin kepada kodrat dan irada...

Menunjukan Ketundukan

  اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”    PENJELASAN TAFSIR/AYAT Kepada Ibrahim diperintahkan agar berserah diri, mengakui keesaan Allah dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja. Yang dimaksud dengan "berserah diri" di sini ialah tunduk dan patuh kepada agama Allah, agama yang sesuai dengan akal pikiran yang disertai dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang nyata. Agama tersebut akan dilanjutkan penyampaiannya oleh rasul-rasul yang datang kemudian, termasuk Nabi Muhammad saw. Karena itu Ibrahim a.s. langsung menjawab perintah Allah tanpa menanyakan sesuatu pun. “Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan seluruh alam”. Maksudnya ialah, “Aku murnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah saja. Aku hadapkan wajahku kepada-Nya. Ibadahku, hidupku dan matiku untuk Tuhan seluruh alam.” اِنِّيْ وَجَّهْتُ...

Mengingat KesaksianNya

  وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓۙ اِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ  Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Al Maidah : 7) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar mengingat nikmat-nikmatNya, baik nikmat agama maupun dunia dengan hati dan lisan mereka, karena dengan terus menerus mengingatnya, itu akan medorong kepada sikap bersyukur, mencintai, dan mengakui dengan hati akan kebaikan-kebaikan Allah. “Dan perjanjiannya,” maksudnya ingatlah perjanjian Allah, “yang telah diikatNya dengan kamu,” yakni, adalah perjanjian yang telah dia ambil darimu. Ia tidak berarti mereka mengucapkan perjanjian dan sumpah itu, akan tetapi maksudnya adalah bahwa mereka mengim...

Menjaga Kemuliaan Karunia-Nya

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةًۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ    Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Akan tetapi, di antara manusia ada yang membantah (keesaan) Allah tanpa (berdasarkan) ilmu, petunjuk, dan kitab suci yang menerangi. (QS. Luqman : 20) RINGKASAN TAFSIR Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang ada di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat daripadanya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang ...

Menyadari AnugerahNya

  اَلرَّحْمٰنُۙ عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (Allah) Yang Maha Pengasih telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Dia mengajarinya pandai menjelaskan.   RINGKASAN TAFSIR Allah awali dengan (salah satu) NamaNya, yaitu ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), yang menunjukkan betapa luas rahmat dan pemberianNya, serta betapa melimpah kebaikan dan karuniaNya. “ Dia menciptakan manusia ” dalam bentuk yang sebaik-baiknya, dengan anggota badan yang terbaik dan bentuk tubuh yang sempurna.     “ M engajarnya pandai berbicara ,” untuk dapat menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya. Hal ini mencakup pengajaran berbicara dan menulis. kemampuan berbicara (menjelaskan) yang dengannya Allah mengistimewakan manusia daripada makhluk lainnya, adalah di antara nikmat yang paling agung dan paling besar. sumber :Tafsir As Sa'di REFLEKSI Allah itu sayang banget sama kita manusia, kita diciptakan dengan amat sempurna, Allah kasih kita fisik yang ...

Mencintai Diri Seutuhnya

  لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ  Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At tin : 4) PENJELASAN AYAT/TAFSIR Dalam kajian tadabbur AQL Islamic Center dari Ustadz Bahtiar Nasir : Setelah Allah telah bersumpah dengan empat sumpah diayat sebelumnya Bersumpah atas buah tin, buah zaitun, bukit sinai, dan menyebutkan isi sumpahnya  yaitu  Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.  Tujuan Allah bersumpah dengan 4 sumpah diciptakannya yang diagungkan yaitu   Makna Jawabul Qasam/Jawabul Sumpah ( Mukhsam 'alaih ) adalah  i nformasi yang dikuatkan dengan sumpah ,  dalam ilmu balaghah tidak semata-mata ada ilmu informasi kecuali menunjukan yaitu pentingnya informasi, banyak yang melupakan dan penguatan itu bertahap/beruntun .  Sumpah itu Penguat dan sumpah itu cukup satu tapi dalam surat ini Allah bersumpah sampai 4 kali, berart...